Jalan Kaliurang KM 13 Yogyakarta Indonesia +62 817209980

Post

Surga Kuliner itu ada di Jogja

Surga Kuliner itu Berada di Jogja

Yogyakarta  yang lebih popular dikenal dengan nama Jogja merupakan kota dengan segala keanekaragamannya. Sisi lain dari kota budaya, Jogja merupakan surga kuliner. Bagaimana tidak, di tiap sudut  kota Jogja menghadirkan beraneka ragam makanan yang khas sesuai wilayahnya.

Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta turut serta menghadirkan stand makanan dalam kegiatan Jogja Halal Food Expo 2019. Kesempatan ini dapat dimanfaatkan para pengisi stand Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta untuk mempromosikan produknya agar bisa dikenal lebih luas lagi. Para pengisi stand ini diantaranya juga merupakan mitra dari PLUT-KUMKM DI Yogyakarta.

Masih dalam rangka rangkaian kegiatan Jogja Heboh, Jogja Halal Food Expo 2019 yang diselenggarakan di Jogja Expo Center ini menghadirkan aneka ragam jenis makanan. Aneka ragam makanan mulai dari jajanan kekinian, jajanan jadul era 90’an, produk kemasan dari para pelaku UMKM, juga makanan khas Yogyakarta, gudeg ada disini.

Minuman popular

Aneka jenis  minuman juga ada dalam stand Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta.  Minuman kekinian yang sedang banyak digemari saat ini misalnya Thai Tea, Cheese Tea dan Soklat Es Coklat. Aneka jenis minuman ini sudah banyak menjamur di sudut kota Jogja juga. Para penggemarnya adalah anak-anak muda millennial. Perkembangan teknologi memang sangat berperan penting dalam pemasaran produk kuliner yang kekinian ini.  Orang akan menjadi lebih tertarik dan penasaran ketika jenis produk kuliner di unggah di media social dan menjadi popular dan viral. Tidak hanya minuman tersebut, ada juga minuman alpukat kocok dan mangga muangthai yang disajikan.

 

Dari Makanan Ringan sampai dengan Makanan Berat

Selain produk minuman ada juga produk olahan makanan Quanta, yakni Pie Susu khas Jogja.  Keripik belut dalam kemasan yang merupakan oleh-oleh khas dari Godean Yogyakarta juga bisa didapatkan di stand Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta. Tak hanya itu, hanya dengan Rp15.000,- saja sudah bisa menikmati nasi sambel belut. Untuk minumannya pun, selain minuman kekinian, juga terdapat sirup jahe yang bisa menghangatkan tubuh.

Bagi para penggemar makanan era jaman dulu atau jadul, di stand Jogja Halal Food Expo 2019 ini juga terdapat makanan jadul era 90’an yang dikenal  dengan rambut nenek atau arum manis dan gulali. Jenis produk makanan rambut nenek yang disajikan memang sedikit berbeda dengan rambut nenek pada jamannya. Untuk saat ini kemasan jajanan ini sudah dipadukan dengan waffle sebagai wadahnya sehingga bisa dikomsumsi, sedang pada waktu dulu jajanan ini hanya menggunakan bungkus kertas saja. Selain rambut nenek, ada juga jajanan gulali yang juga sedikit berbeda pada eranya. Jajanan gulali yang  dibuat di tempat ini memiliki banyak pilihan toping, diantaranya  keju, mesis, oreo, chococip, dan kacang. Untuk varian rasanya terdiri dari original, strawberry, melon, coklat, kopi moca, anggur, durian dan leci.

Bagi penggemar makanan laut atau seafood, tidak perlu khawatir saat berkunjung di acara Jogja Halal Food Expo 2019, ada cumi bakar kekinian yang hampir selalu ada dalam setiap event kuliner.

Kalau saat ini juga sedang popular dengan masakan kerang, di event ini juga terdapat stand kerang rica-rica yang mempunya rasa sedikit pedas , baik kerang darah maupun kerang hijau. Cukup lengkap kan aneka kuliner yang ada di acara Jogja Halal Food Expo 2019 ini.

 

Kopinya Jogja Utara a.k.a Kopi Merapi

Untuk para penggemar kopi, ada kopi  khas Yogyakarta yakni Hanibrew, Heritage Merapi Kopi yang menyediakan produk kopi Merapi organik berjenis robusta dan arabica yang merupakan salah satu dari sekian banyak hasil bumi kopi asli Indonesia yang berasal dari lereng gunung Merapi  Yogyakarta ditanam dilahan kebun kopi diketinggian lebih dari 800 m diatas permukaan laut.  Heritage merapi Kopi tersedia dalam bentuk green bean, roasted bean,  coffee powder, dan cold drink dengan cita rasa khas kopi merapi yang sangat berbeda dari kopi lainnya. Proses produksi dilakukan dengan cara natural  atau tradisional tanpa campuran dan dijamin 100% kopi asli  dibuat dari biji-biji kopi robusta dan arabica berkualitas yang  terpilih.

 

Wedang Uwuh Minuman Tradisional

Bagi yang ingin mencari produk minuman tradisional ada Wedang Uwuh Den Bagus yang merupakan produk minuman tradisional dari Imogiri. Wedang uwuh Den Bagus berkualitas karena terbuat dari rempah-rempah alami yang berkualitas. Bahan-bahan pembuat wedang uwuh yakni daun pala, cengkeh (daun, batang, dan biji), jahe, kulit kayu secang, dan kayu manis. Sebagai pelengkapnya adalah gula batu super yang akan menambah rasa manis yang khas. Selain itu juga nikmat karena rasanya yang enak dengan aroma harum dan berkhasiat.  Wedang uwuh Den Bagus juga praktis karena tersedia dalam kemasan yang praktis dan mudah dinikmati. Kemasan dari wedang uwuh Den bagus terdiri dari original, instan, celup, paket oleh-oleh dan siap minum.

Seporsi 5 ribuan 🙂

Tidak kalah menarik dan yang mempunyai banyak penggemar kuliner adalah makanan jenis telur gulung, sempol ayam, sempol ikan, telor pingpong,  yang di jual per porsi 5 ribuan. Makanan seperti ini juga sangat banyak dijumpai di sudut-sudut kota Jogja, bahkan di pinggir-pinggir jalanpun sekarang banyak yang menjualnya. Begitu juga di stand Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta ada stand khusus yang menyajikan aneka makanan jenis ini, yakni Stand Sempol dan Cimol Cinta. Stand ini menyediakan sempol ayam, sempol ikan, cimol dan cilor.

Tidak lengkap jika di event kuliner Jogja tidak ada makanan yang memang khas dan identik dari kota Jogja yang dikenal juga dengan kota Gudeg. Gudeg adalah makanan khas Jogja yang terbuat dari bahan dasar nangka muda dengan bumbu rempah-rempah yang khas, dan memiliki rasa yang manis. Pelengkap dari gudeg ini berupa telor bacem yang dimasak sampai berwarna coklat gelap. Selain itu ada juga sambal goreng dan ayam bumbu areh.

 

Jogja dengan segala keunikannya, merupakan destinasi kuliner yang wajib untuk dikunjungi. Sudut kota Jogja akan memberikan kenangan tersendiri bagi pengunjungnya. Rasa kuliner yang khas akan menambah asa kerinduan untuk kembali ke Jogja.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top